Proses deepening di perlukan untuk membuat trance klien menjadi naik dan semakin dalam, namun bagaimanakah kita mengukur kedalaman trance ? untuk mengukur kedalaman trance dapat di lakukan dengan berbagai macma cara, namun cara yang paling lengkap adalah dengan menggunakan skala Davis Husband.

image from : http://img.phombo.com/

image from : http://img.phombo.com/

Pengukuran kedalaman trance diperlukan untuk beberapa teknik terapi yang mengharuskan dalam kedalaman trance tertentu atau untuk hipnotis panggung untuk hiburan, misalnya kita akan mensugesti klien bahwa ketika buka matanya dia akan melihat pantai yang indah di depannya, maka untuk membuatnya kita harus bisa membawa klien sampai dengan skala 25 yaitu Positive visual hallucinations (halusinasi penglihatan postif).

Berikut adalah skala lengkap Davis Husband.

0   None

  1. Relaxation (Relaksasi)
  2. Fluttering of the eyelids (kelopak mata bergetar)
  3. Closing of the eyes (menutup mata)
  4. Complete physical relaxation (relaksasi fisik sempurna)
  5. Catalepsy of the eye-lids (mata tidak bisa di buka)
  6. Limb catalepsy (tungkai kaku)
  7. Rigid catalepsies (seluruh tubuh kaku)
  8. Progressive Glove anaesthesia (anestesi tangan secara progresif)
  9. Progressive Glove anaesthesia
  10. Progressive Glove anaesthesia
  11. Partial posthypnotic amnesia (amnesia sesudah hipnotis parsial)
  12. Partial posthypnotic amnesia
  13. Post hypnotic amnesia (amnesia sesudah hipnotik)
  14. Post hypnotic amnesia
  15. Personality changes (perubahan kepribadian)
  16. Personality changes
  17. Kinaesthetic delusions (delusi kinestetik)
  18. Kinaesthetic delusions
  19. Kinaesthetic delusions
  20. Complete amnesia by suggestion (amnesia total oleh sugesti)
  21. Ability to open eyes without affecting the trance (trance dengan mata terbuka)
  22. Bizarre posthypnotic suggestions (bertindak sesuai sugesti sesudah di hipnotis)
  23. Complete somnambulism (somnabulism total)
  24. Complete somnambulism
  25. Positive visual hallucinations (halusinasi penglihatan postif)
  26. Positive auditory hallucinations (halusinasi pendengaran positif)
  27. Posthypnotic systematised amnesias (amnesia tersistematis setelah di hipnotis)
  28. Negative auditory hallucinations (halusinasi pendenngaran negatif)
  29. Negative visual hallucinations (halusinasi penglihatan negatif)
  30. Hyperaesthesia (peningkatan kepekaanterhadap rangsangan terutama sentuhan)

Dari tiga puluh skala diatas dapat disederhanakan menjadi empat bagian yaitu :

  1. Hypnodial, pada skala 1 s/d 5
  2. Light Trance, pada skala 6 s/d 12
  3. Medium Trance, pada skala 13 s/d 20
  4. Deep Trance, pada skala 21 s/d 30

Untuk pemakaian dalam teknik terapi misalnya kita akan menggunakan teknik age regression maka kita memerlukan kedalaman trance sampai dengan level deep trance yaitu mulai dari skala 21 s/d 30, untuk mengukurnya kita bisa melakukan tes, misalnya tes dengan level 26, yaitu halusinasi pendengaran positif, kita sugesti klien untuk mendengar suara yang sebenarnya tidak ada, jika berhasil maka klien sudah bisa masuk dalam level ini.