Seperti mempelajari ilmu lainnya, belajar ilmu hipnotis tentu harus mengetahui dasar cara kerja dari ilmu tersebut, misalnya kita belajar tentang bagaimana mesin motor bekerja, tentunya kita akan bertanya-tanya bagaimana piston itu bisa bergerak, bagaimana piston yang bergerak itu bisa memutar roda, kemudian bagaimana piston bisa di gerakan oleh bensin, bagaimana api bekerja untuk membakar bensin, dan lain sebagainya.

Belajar hipnosis yang baik tentu harus mengetahui filosofi dasarnya, dengan mengetahui dasar atau fundamentalnya maka kita akan mempunyai frame yang akan mebingkai dari setiap praktik hipnotis yang kita lakukan, dengan memiliki frame yang benar maka kita bisa mempraktikan ilmu hipnotis dengan benar juga.

Dalam hipnosis pikiran manusia di bagi menjadi dua, yaitu pkiran sadar dan bawah sadar, pikiran sadar menguasai kerja otak sebesar 12% sedangkan bawah sadar adalah 88%, sehingga sebagian besar kita di kendalikan oleh pikiran bawah sadar.

belajar ilmu hipnosis

cara kerja ilmu hipnotis

Dalam kondisi sadar kita akan kesulitan untuk mengendalikan pikiran bawah sadar, pikiran bawah sadar susah untuk di kontrol karena dia akan bekerja secara otomatis terhadap ransangan atau kejadian yang di hadapi, dalam hipnosis kita dapat mengendalikan pikiran bawah sadar asalkan kita bisa masuk ke pikiran bawah sadar dengan melewati kritikal area.

Kritikal area adalah tempat berlalunya informasi dari pikiran sadar ke bawah sadar, di dalam kritikal area ini informasi di proses untuk sementara waktu berdasarkan logika, norma, etika, kepercayaan dan pertimbangan lainnya. Jika kita dapat menembus kritikal area maka kita bisa berkomunikasi langsung dengan pikiran bawah sadar.

Dalam ilmu hipnotis atau hipnosis, kita kan belajar bagaimana menembus kritikal area manusia untuk kemudian masuk ke alam bawah sadar dan mengambil kendali alam bawah sadar tersebut dan kemudian kita gunakan untuk memberdayakan diri kita.